• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Cerdas Mengelola Keuangan bagi Milenial

Tips dan Trik Mengelola Keuangan Bagi Generasi Milenial

Generasi milenial hidup dengan kemajuan teknologi dan informasi yang juga dikenal sebagai generasi yang melek teknologi, cepat belajar, dan memiliki gaya hidup dinamis. Dengan adanya gadget dan smartphone, generasi milenial bisa melakukan apapun dan dari mana saja. Misalnya, belanja melalui e-commerce, menggunakan jasa transportasi, menghubungi teman lewat chatting atau video call.
Namun, beberapa generasi milenial masih belum paham bagaimana mengatur finansial mereka dengan baik. Mereka seringkali traveling, belanja, dan hangout yang mana kegiatan itu berakibat membuang-buang uang untuk hal-hal tidak penting. Kebanyakan generasi milenial lebih memilih menghamburkan uangnya daripada untuk menabung, selain itu juga tidak memperhitungkan keperluan jangka panjang hingga keperluan yang bersifat dadakan atau darurat. Tak salah jika para milenial masih sulit mengatur keuangan.
Keuangan menjadi salah satu pondasi yang penting di dalam kehidupan, terutama untuk masa yang akan datang. Pengelolaan keuangan yang tepat tentunya akan berdampak baik pula untuk kehidupan anda di masa yang akan datang. Berikut beberapa tips yang dapat digunakan para milenial untuk bisa mempersiapkan keuangan di masa depan yang lebih baik, diantaranya:
1. Membuat Akun Tabungan Khusus
Sekarang ini setiap individu setidaknya harus memiliki minimal dua akun. Satu akun berfungsi sebagai tabungan, sementara akun lainnya sebagai rekening berjalan. Bila perlu, pisahkan lagi akun tabungan sesuai tujuan, seperti cicilan rumah atau biaya menikah. Simpanlah kartu debit untuk akun tabungan di rumah dan tidak perlu dibawa dalam dompet.
2. Minimalisir Penggunaan Kartu Kredit
Tips menabung satu ini sangat krusial. Jangan sekali-sekali berpikir untuk memiliki lebih dari satu kartu kredit karena hanya akan membuatmu terbiasa berhutang, padahal kamu tidak akan selalu bisa atau mampu membayar tagihannya.
3. Bawa Bekal
Membawa bekal adalah alternatif yang sangat baik demi mengatur pengeluaran isi dompet. Tidak usah malu untuk membawa bekal dari rumah ke sekolah, kampus, atau bahkan tempat kerja. Bekal itu tidak harus berupa nasi dan lauk pauknya, kamu bisa membawa buah-buahan, roti, kue atau camilan yang ada di rumah. Kamu juga perlu bawa bekal minum di botol sehingga tidak perlu lagi membeli minum diluar.
4. Memanfaatkan Cashback
Sekarang, beli berbagai macam hal bisa dapat cashbackMulai dari pulsa, kuota internet, bahkan kebutuhan sehari-hari seperti baju, makanan, atau produk perawatan tubuh. Terutama kalau belanja di online marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kumpulkan dan manfaatkan cashback pada saat kamu tidak punya banyak sisa uang jajan untuk dibelanjakan. Tapi perlu diingat jangan jadikan dengan memperoleh Cashback malah membuat kamu menjadi gila belanja online.
5. Jalan-Jalan di luar Musim Liburan
Tips menabung untuk generasi milenial yang hobi jalan-jalan yaitu membeli tiket dari jauh-jauh hari dan pergi saat off-season (di luar tanggal merah atau waktu liburan sekolah). Biasanya, tiket perjalanan yang dipesan sejak beberapa bulan sebelumnya jauh lebih terjangkau dan ada banyak promo, sehingga kamu bisa berhemat dan menabung sisa dana untuk hal-hal lain. Selain itu, pergi saat off-season tentunya lebih enak karena lokasi wisata tidak terlalu ramai oleh wisatawan.
6. Investasi
Sekarang ini pilihan investasi makin beragam sehingga nasabah bisa pilih sesuai risiko dan keuntungan. Investasi adalah cara mudah untuk menjamin dirimu tetap punya pemasukan di masa depan, meski sudah tidak bekerja atau punya sumber penghasilan tetap.
Investasi konvensional namun tahan terhadap krisis adalah investasi dalam bentuk emas atau perhiasan. Apalagi sekarang sudah ada layanan tabungan emas. Mulai dari nilai yang paling rendah hingga nilai yang paling tinggi. Selain investasi emas, kamu juga bisa investasikan dalam bentuk reksa dana. Enaknya lagi reksa dana sangat murah dan mudah. Kamu bisa pilih jangka waktu pendek, menengah atau jangka waktu yang panjang.
7. Menitipkan Uang Tabungan ke Orang Tua
Jika kamu adalah tipe orang yang tidak bisa memegang uang dan mudah tergoda, titip saja uang tabungan kamu pada orang tua. Orang tua kita biasanya lebih bagus dan rapi dalam menyimpan uang. Selain itu jika beruntung kamu juga bisa dapat bonus tambahan dari orang tua.
8. Menjual Barang Bekas
Kalau kamu punya barang yang tidak lagi digunakan dan masih layak pakai, kamu bisa jual saja dan promosikan barang-barang bekasmu di onlineshop. Selain untuk mengosongkan ruangan kamu juga mendapatkan uang dengan menjual barang bekas.
9. Kurangi Nongkrong
Kamu tidak harus setiap weekend pergi berjalan-jalan, hangout, nongkrong, dan ngopi-ngopi sama teman-teman. Sekali-kali kamu bisa tegas menolak ajakan temanmu untuk nongkrong yang tidak jelas manfaatnya. Sebaliknya kamu bisa mengundang temanmu untuk kumpul dan ngobrol di rumahmu atau melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat di rumah.
10. Kontrol Gaya Hidup
Hal yang sering dialami oleh generasi milenial yang lebih memilih membeli barang bermerek, makan di restoran keren, atau hanya sekadar ngopi di tempat yang mahal. Jika memiliki gaji yang mumpuni, mungkin ini tidaklah bermasalah. Sayangnya, selain gaji terbilang kecil, namun gaya hidup yang tidak bisa mengimbangi. Agar tidak kebobolan, sebaiknya mengontrol gaya hidup sesuaikan dengan isi kantong. Ingat, yang mahal itu bukan biaya hidup tetapi gaya hidup.
11. Gunakan Aplikasi Pengatur Keuangan
Tidak sedikit pula dari generasi milenial yang sudah mengatur keuangan namun tidak mencatat transaksi pengeluaran. Akibatnya adalah di pertengahan bulan dana pun sudah menipis tanpa mengetahui kemana saja uang tersebut digunakan. Anda bisa memanfaatkan berbagai aplikasi anggaran keuangan yang sudah tersedia secara gratis untuk digunakan. Aplikasi seperti ini akan sangat memudahkan untuk melacak keuangan yang keluar selama sebulan.
12. Cari Pekerjaan Sampingan
Kita tidak pernah mengetahui masalah keuangan yang akan dihadapi di masa depan. Oleh karena itu, mempersiapkan rencana lain merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Mulailah mempersiapkan hal-hal yang tidak terduga seperti penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan utama dengan menciptakan bisnis paruh waktu. Bisnis sampingan yang dimiliki mampu menjadi penopang, disaat kamu mengalami masalah keuangan seperti PHK atau penurunan pendapatan di masa depan.
13. Utang Digunakan Untuk Hal Produktif
Tidak ada salahnya berutang bila memang diperlukan. Utang dikatakan buruk bila memang digunakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Jadi, sah-sah saja memiliki utang dari manapun asalnya, Asalkan, ada hasil terhadap pemasukan Anda, seperti untuk keperluan usaha, barang kebutuhan pokok tahan lama yang dibutuhkan kegiatan sehari-hari, dan masih banyak lagi.
Itu dia tips dan trik mengelola keuangan bagi generasi milenial. Hal-hal di atas mungkin terasa berat  dilakukan, namun akan sangat menguntungkan nantinya. Hal yang paling  terpenting adalah niat dan disiplin. Selamat mencoba! 

<marque direction="right">Selamat Datang Di Blog Saya<
Selamat Datang di Blog Saya
Share:

CERDAS MENANGKAL HOAX


Oleh : Sidiq Akbar Nugraha

Berita Bohong (hoax) akhir-akhir ini sering meresahkan semakin meningkat menjelang pemilihan Pileg dan Pilpres dan menimbulkan disentgrasi bangsa. Berikut ini channel timkreatifrumahan@blogspot akan merangkum tips menangkal hoax untuk Anda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan penetrasi smartphone dan media sosial yang tidak diimbangi literasi digital menyebabkan berita palsu alias hoax merajalela di Indonesia. Informasi menyesatkan banyak beredar melalui aneka jalur digial, termasuk situs online dan pesan chatting. Kalau tidak hati-hati, netizen bisa termakan tipuan hoax, atau bahkan ikut menyebarkan informasi palsu yang boleh jadi sangat merugikan bagi pihak korban fitnah. Lantas bagaimana caranya agar tak terhasut? Ketika dijumpai KompasTekno di sela deklarasi Masyarakat Anti Fitnah di Jakarta, Minggu (8/1/2016), Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho menguraikan lima langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli. Berikut penjabarannya. 1. Hati-hati dengan judul provokatif Berita hoax kerapkali membubuhi judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa dicomot dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax. Karena itu, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya cari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan begini, setidaknya pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang. Baca: Awas, “Hoax” di Facebook Catut Nama Situs Berita Resmi 2. Cermati alamat situs Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai. 3. Periksa fakta Dari mana berita berasal? Siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan lekas percaya apabila informasi bersal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif. 4. Cek keaslian foto Di era teknologi digital, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan. Baca: Google Akui Belum Bisa Kontrol Berita Hoax di Hasil Pencarian 5. Ikut serta grup diskusi anti-hoax Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang. Cara melaporkan hoax Apabila menjumpai informasi hoax, bagaimana cara mencegahnya supaya tidak merugikan orang banyak? Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media. Untuk Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut. Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram. Pengguna internet dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax. Baca: Laporkan Hoax di Internet dengan Aplikasi Ini ------------------------------------------------------------------- Follow Twitter @KompasTekno dan Facebook KompasTekno agar tidak ketinggalan berita-berit

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Cara Mengidentifikasi Berita "Hoax" di Internet", https://tekno.kompas.com/read/2017/01/09/12430037/begini.cara.mengidentifikasi.berita.hoax.di.internet
Share:

7 CARA CERDAS MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK INTERVIEW KERJA

Proses interview kerja merupakan proses rekrutmen terakhir yang biasanya dilakukan oleh perusahaan dalam memilih pegawainya. Proses ini cukup krusial dan penting karena menentukan apakah Anda bisa mendapatkan posisi yang Anda inginkan.
Bila Anda sudah mendapatkan jadwal interview, sebaiknya Anda menyiapkan diri lebih matang untuk proses yang satu ini. Jadi, daripada menunggu dalam diam dan harap cemas, lebih baik Anda melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi seleksi kerja berikut ini.

Mempelajari Perusahaan

Riset Perusahaan
sumber: Startupstockphotos.com
Meskipun Anda melamar ke perusahaan ternama yang sudah familiar, tapi pekerjaan rumah untuk mempelajari calon tempat kerja tetap diperlukan untuk menghadapi seleksi kerja. Anda bisa berselancar di dunia maya dan mencari tahu kabar terkini tentang perusahaan melalui situs pencari. Anda juga bisa langsung mengulik di situs resmi perusahaan.
Beberapa informasi penting yang mesti Anda dapatkan antara lain latar belakang dan misi perusahaan, hal-hal terkait produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan, serta press releaseterbaru tentang perkembangan perusahaan. Informasi tersebut bisa jadi bahan untuk Anda mengajukan pertanyaan di akhir sesi wawancara kelak.

Latihan Interview

Latihan wawancara kerja bisa dilakukan sendiri dengan menggunakan cermin atau kamera. Dari refleksi yang ditampilkan di cermin dan di dalam video, Anda bisa menilai apakah gestur dan cara menjawab sudah sesuai dengan panduan wawancara kerja.
Selain itu, Anda juga bisa membuat flash card berisi daftar pertanyaan yang biasa dilontarkan perekrut. Anda bisa menjawab flash card secara acak untuk mengetes kesiapan menghadapi pertanyaan tak terduga.
Anda juga bisa meminta tolong teman atau saudara untuk membantu berlatih wawancara. Anda dapat mengajak mereka untuk bermain peran dan berpura-pura menjadi pewawancara. Setelah latihan selesai, mintalah pendapat, penilaian, dan masukan dari mereka tentang penampilan Anda.

Cari Tahu Job Desc

Wawancara kerja juga merupakan cara perusahan mengetahui seberapa paham calon kandidat mengenai pekerjaan yang dilamarnya. Bila Anda memiliki pengalaman tentunya bukan sebuah masalah. Lalu, bagaiman bila Anda seorang fresh graduate?
Dalam setiap lowongan pekerjaan biasanya disebutkan keahlian apa saja yang dibutuhkan dalam posisi tersebut. Oleh karena itu cobalah mempelajari kembali apa saja yang harus Anda ketahui untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Tips Mengisi Pengalaman Kerja yang Kosong di CV Fresh Graduate

Ikut Pelatihan Tambahan

Anda bisa meninjau kembali persyaratan kandidat pekerja yang diinginkan perusahaan dan menyesuaikannya dengan kualifikasi diri. Jika merasa belum memenuhi semua permintaan perusahaan, maka Anda bisa mengambil kursus singkat terkait keterampilan dan keahlian kerja yang relevan selama menunggu panggilan untuk seleksi kerja.
Setelah lulus kursus, Anda akan dapat sertifikat yang bisa ditunjukkan pada perekrut pada saat wawancara kerja mendatang. Meskipun Anda gagal mendapat panggilan kerja kali ini, sertifikat itu bisa digunakan untuk melamar kerja berikutnya.

Membersihkan Media Sosial

Tahukah Anda bahwa perekrut zaman sekarang akan menelusuri kandidat pegawai sampai ke akun media sosial? Maka dari itu, Anda harus waspada dan lebih bijak saat menjadi netizen.
Jika punya banyak waktu luang, Anda bisa melihat kembali postingan di media sosial. Kemudian, hapus unggahan dan sampah digital yang tidak perlu dan berpotensi merusak citra positif Anda.

Merencanakan Pakaian untuk Wawancara

Pakaian Wawancara Kerja
sumber: Pixabay.com
Hasil riset Anda tentang perusahaan dan budaya kerjanya bisa menjadi dasar untuk menentukan pakaian yang akan dikenakan saat wawancara kerja nanti. Mulai sekarang Anda bisa membongkar lemari pakaian untuk memadukan pakaian yang cocok dikenakan saat wawancara kerja nanti.
Apabila perusahaan besar dengan lingkungan kerja yang “tradisional”, maka pilihlah setelan dengan warna netral yang akan memberikan kesan profesional dan formal. Namun, Anda bekerja di industri kreatif, biasanya boleh menggunakan pakaian yang lebih casual untuk menghadiri wawancara. Jangan sampai Anda datang ke wawancara dengan tampil terlalu “berat” dengan setelan jas saat berhadapan dengan calon atasan yang santai.

Menjaga Kesehatan

Anda tidak akan pernah tahu kapan panggilan wawancara kerja akan datang. Anda tidak mau kehilangan kesempatan hanya karena sakit pada hari H.
Maka, Anda harus berusaha menjaga kesehatan dengan pola makan teratur, berolahraga, dan tidur yang cukup. Kondisi fisik yang fit akan mendukung Anda dalam menjalani setiap proses seleksi kerja sampai tes kesehatan.
Bila Anda ingin mencoba langsung untuk melakukan interview, maka Qareer Carnival 2018 Jakarta bisa menjadi ajang yang tepat untuk Anda. Karena di acara ini akan dilaksanakan proses Walk-In Interview dari beberapa perusahaan yang membuka lowongan pekerjaa.
Acara ini diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-26 Juli 2018 di Gedung Patra Jasa, Jakarta. Bagi Anda yang ingin ikut serta cukup daftar Qareer Carnival 2018 Jakarta dan upload CV terbaru Anda.
Jangan sia-siakan waktu Anda selama menunggu panggilan kerja. Dengan melakukan berbagai persiapan tersebut, Anda akan selalu sedia bila mendapat telepon dari perusahaan untuk seleksi kerja. –Qerja
Share:

"ETIKA BERMEDIA SOSIAL"

Surving (berselancar) melakukan aktivitas di media sosial seperti bermain : facebook, instagram, whatsapp, line, live chat, imo, telegram we chat, snapchat, BBM  telah menjadi kebutuhan di era milineal seperti saat ini. Namun sama seperti lainnya terkadang hal apapun itu selalu memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan di dunia antar sesama makhluk sosial maupun dengan Tuhan kelak di akhirat. Media sosial seperti pisau bermata dua yang bisa membawa dampak positif maupun negatif tergantung (user) yang menggunakannya kalau dahulu orang mengenal pepatah "Mulutmu, harimaumu. Maka sekarang di era milineal orang mengenal istilah : "Jarimu, harimaumu." Terkadang orang sering menyalahartikan kebebasan berekspresi dan berpendapat di Media sosial sehingga melupakan batasan dan etika dalam berekspresi dan berpendapat. "Be Smart netizen, because what your post, and share shown your personal quality"

PENTINGNYA ETIKA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

Merupakan bentuk keprihatinan penulis akan banyak hoax dan permusuhan, fitnah. Meskipun kita hidup di zaman fitnah dan kebohongan namun apa jadinya bila seluruh generasi milineal di negeri ini menjadi generasi hoax, hate speech. Karena kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya




PENTINGNYA ETIKA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

Media Sosial. Saat ini penggunaan media sosial nampaknya telah menjadi bagian dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain itu media sosial saat ini juga telah di jadikan sebagai tempat untuk saling mendapatkan dan menyebarkan informasi.
Namun, sayangnya akibat dari penyalahgunaan sosial media dalam menyebarkan informasi juga berdampak pada banyaknya para pengguna yang masuk ke ranah hukum akibat dari penyebaran informasi pada sosial media yang tidak menggunakan etika.
Dalam upaya mengurangi permasalahan tersebut maka di perlukanlah suatu etika dalam menggunakan media sosial agar tidak saling menghina ataupun menuduh orang lain tanpa alasan yang jelas. Karena pada dasarnya hal seperti itulah yang nantinya akan terjerat hukum karena kurang hati-hati dalam menyebarkan informasi pada internet.

ETIKA DALAM MEDIA SOSIAL

Seiring dengan berjalannya waktu maka teknologi juga semakin berkembang pesat. Saat ini hampir sebagian besar orang bisa saling berbagi informasi serta berkomunikasi secara langsung dengan menggunakan media sosial sebab dengan internet maka mereka lebih bisa menghemat waktu dan biaya.
Etika dalam Media Sosial
Etika dalam Jejaring Sosial
Source Gambar: Kompasiana
Dalam penggunaannya, tentu kita di berikan kebebasan agar bisa berkomunikasi dengan siapa saja. Namun yang sering di salah artikan disini adalah, bebas bukan berarti tanpa etika. Alangkah baiknya apabila kita mengetahui etika apa saja yang harus di perhatikan pada saat menggunakan jejaring sosial.
Tidak sedikit permasalahan sosial yang terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam beretika dalam sosial media. Justru para pengguna terkadang dibutakan oleh berita yang tidak benar akibat dari hasutan yang beredar pada media sosial. Berikut beberapa hal penting mengenai etika dalam menggunakan media sosial.

Etika dalam Berkomunikasi

Pada saat melakukan komunikasi dengan memanfaatkan media sosial, biasanya banyak yang cenderung melupakan etika dalam berkomunikasi. Hal ini di buktikan dengan banyaknya kata-kata kasar yang kerap kali muncul pada saat melakukan percakapan melalui jejaring sosial, baik yang sengaja dan tidak sengaja.
Alangkah baiknya apabila sedang melakukan komunikasi pada jaringan internet menggunakan Bahasa yang sopan dan layak. Biasakanlah untuk menggunakan Bahasa yang tepat dengan siapapun pada saat kita berinteraksi, termasuk saat berinteraksi melalui media sosial.

Hindari Penyebaran SARA, Pornografi dan Aksi Kekerasan

Alangkah baiknya apabila kita tidak menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama dan Ras) serta pornografi pada jejaring sosial. Biasakan untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama. Hindari juga mengupload foto kekerasan seperti foto korban kekerasan, foto kecelakaan lalu lintas maupun foto kekerasan dalam bentuk lainnya.
Jangan menambah kesedihan para keluarga korban dengan menyebarluaskan foto kekerasan karena mungkin saja salah satu dari keluarganya berada di dalam foto yang Anda share. Jangan mengajarkan generasi muda mengenai hal kekerasan melalui foto kekerasan yang di upload secara terang-terangan pada media sosial.

Kroscek Kebenaran Berita

Saat ini tentu tidak jarang kalau kita menemukan berita yang menjelekan salah satu pihak di media sosial. Hal inilah yang terkadang bertujuan demi menjatuhkan nama pesaing dengan menyebarkan berita yang hasil rekayasa. Maka dari itu, pengguna media sosial dituntut agar lebih cerdas lagi saat menangkap sebuah informasi, apabila Anda ingin menyebarkan informasi tersebut, alangkah bijaknya jika Anda melakukan kroscek terlebih dahulu atas kebenaran informasi tersebut.

Menghargai Hasil Karya Orang Lain

Pada saat menyebarka informasi baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video milik orang lain maka biasakan untuk mencantumkan sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang. Jangan membiasakan diri untuk serta merta mengcopy-paste tanpa mencantumkan sumber informasi tersebut.

Jangan Terlalu Mengumbar Informasi Pribadi

Ada baiknya Anda harus bersikap bijak dalam menyebarkan informasi mengenai kehidupan pribadi (privasi) Anda saat sedang menggunakan media sosial. Janganlah terlalu mengumbar informasi pribadi Anda terlebih lagi informasi mengenai nomor telepon atau alamat rumah Anda. Hal tersebut bisa saja membuat kontak lain dalam daftar Anda juga akan menjadi informasi bagi mereka yang ingin melakukan tindak kejahatan kepada diri Anda.
Jadi pergunakanlah media sosial sebaik dan sebijak mungkin terlebih lagi dalam hal penyebaran informasi. Biasakan untuk selalu berpikir terlebih dahulu sebelum Anda bertindak. Semoga bermanfaat.
Share:





Start up dan ekonomi kreatif makin menjanjikan (2)

Start up dan ekonomi kreatif makin menjanjikan Suli


JAKARTA. Pengembangan industri kreatif dalam negeri bukanlahhal yang mudah untuk direalisasikan. Kendala terbesar yang harus dihadapi adalah ekosistem yang belum terbentuk dengan sempurna.
Sadar akan hal tersebut, pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membuat lima program kegiatan untuk mendukung terbentuknya ekosistem para calon start up.
Beberapa program itu antara  lain Dana Ekonomi Kreatif (Dekraf), ekosistem model pembiayaan baru yang memberi tempat pada ide sebagai nilai yang dapat divaluasi, fasilitas kepemilikan hak kekayaan intelektual dan industrialisasi kreativitas, serta Inovasi dan Kreatifitas Kolaborasi Nusantara (IKKON).

Beberapa program itu antara  lain Dana Ekonomi Kreatif (Dekraf), ekosistem model pembiayaan baru yang memberi tempat pada ide sebagai nilai yang dapat divaluasi, fasilitas kepemilikan hak kekayaan intelektual dan industrialisasi kreativitas, serta Inovasi dan Kreatifitas Kolaborasi Nusantara (IKKON).
Kelima program itu  ditujukan untuk menjadi ekosistem capacity building di setiap daerah guna meningkatkan kompetensi dan kualitas produk kreatif.
"Kami juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung perkembangan mereka, seperti pembukaan kran investasi asing melalui penghapusan Daftar Negatif Investasi (DNI), pembentukan satuan tugas penanganan pengaduan pembajakan produk ekonomi kreatif dan lainnya," kata Triawan Munaf, Kepala Bekraf melalui pesan singkat pada KONTAN, Jumat (28/4).
Ke depan, pemerintah bakal fokus untuk terus mendorong perkembangan sektor kuliner, fesyen dan kriya. Alasannya, ketiga sektor itu merupakan subsektor yang memberikan kontribusi paling besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Semua langkah yang dilakukan oleh pemerintah rupanya belum dirasakan semua pelaku usaha di sektor industri kreatif dalam negeri. Nina A Kusnanto, pemilik Lilydale Box mengaku belum mendapatkan support apapun dari pemerintah.
Bahkan, perempuan asal Surabaya, Jawa Timur ini menilai perkembangan industri kreatif dalam negeri masih jalan di tempat. "Itu terlihat dari para pelakunya yang sulit menciptakan hal baru dan lebih suka untuk menjiplak karya orang lain," kata pengusaha kotak hantaran ini.
Kendati memang belum maksimal, namun pelaku usaha lainnya sudah mulai merasakan dukungan yang diberikan oleh pemerintah.
Seperti diutarakan Rita Indriana, pemilik Abctoys Wooden. Dia mengaku, telah mendapatkan dukungan pemerintah untuk pengembangan usaha dalam bentuk pelatihan. Selain itu, usahanya diberikan dukungan untuk memperluas dan menggaet pasar baru melalui ajang pameran.
Yang paling baru, dia diberi kesempatan mengikuti ajang pameran industri kreatif terbesar di Indonesia (Inakraf) yang diadakan setiap tahunnya di Jakarta.
Lainnya, dia menilai sektor kerajinan dalam negeri mulai berkembang khususnya untuk produk mainan anak-anak. Hal ini dipengaruhi oleh program pemerintah yang menggalakkan pendidikan anak usia dini.
(Selesai)
Editor: Havid Vebri
Share:

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Sample text

About Me

Foto saya
Assalamualaikum, gaes, Welcome my blog. Disini saya akan membahas seputar pendidikan dan jasa ghost writer

PERENCANAAN KEUANGAN BAGI MILENIAL. (Part 6). Episode "Perencanaan Dana Jaminan Kesehatan."

“PERENCANAAN KEUANGAN MILENIAL” (Part. 6) Penulis Oleh : SIDIQ AKBAR NUGRAHA (Blogger Author SUKSES/Pengamat Politik, Hukum, Sosi...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Cari Blog Ini

Label

Label

Featured Posts

Recent Posts

Social Icons

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.